...

Selamat Datang Warga BOGOR BARAT di Blog Kami; Wilujeng Sumping Warga BOGOR BARAT ti Blog Urang.
One to All, All to One...!!!

Jumat, 18 Maret 2011

Peta Wilayah Pemekaran Bogor Barat Rampung

Bogor, Pelita
Peryataan dukungan Gubernur Jawa Barat Dany Setiawan
Setiawan yang disampaikan dalam sebuah acara di Kecamatan
... Leuwiliang, Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu, menjadi
penyemangat bagi Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mempercepat
pemekaran, pembentukan Kabupaten Bogor Barat (Bobar).
Bahkan peta wilayah untuk Kabupaten Bogor Barat itu kini
telah rampung.Tinggal nunggu tandatangan ketua dewan, ujar
Asisten Pemerintahan Kabupaten Bogor Dandan Mulyadi, Senin pekan
lalu.
Kendati demikian, Dandan meminta warga untuk lebih bersabar.
Sebab, masalah ini tak hanya terkait dengan Pemerintah Provinsi
Jawa Barat dan DPRD Jabar, melainkan hingga tingkat pemerintah
pusat dan DPR RI.
Selain itu, tahapan untuk pembentukan kabupaten baru ini
masih panjang. Satu di antaranya adalah penetapan ibukota Bobar.
Saat ini, tim dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Institut
Teknologi Bandung masih membuat kajian di antara empat daerah
yang bakal dijadikan pusat pemerintahan Kabupaten Bobar. Yakni,
Jasinga, Cigudeg, Leuwisadeng, dan Dramaga.
Selain titik pusat pemerintahan, tim pembentukan Bobar juga
belum menentukan besaran dana kontribusi dari daerah induk, yakni
Pemkab Bogor dan Pemprov Jabar. Dana kontribusi untuk kabupaten
bungsu ini diperkirakan sekitar Rp 20 miliar per tahun..
Berdasarkan hasil kesepakatan, dana ini akan diberikan untuk
Bogor Barat selama tiga tahun pertama. Selain itu juga dana
bantuan untuk pemilihan kepala daerah.
Lebih lanjut ia menjelaskan jika berkaca pada Kabupaten
Bandung Barat (KBB), pembentukan Bobar memang tak memakan waktu
sebentar. Jika dihitung sejak isu ini mulai digulirkan, yakni
pada 1998, KBB butuh waktu sembilan tahun sebelum diresmikan
menjadi kabupaten ke 26 di Jawa Barat.
Seperti Bobar, KBB juga memiliki sejumlah permasalahan yang
nyaris sama. Awalnya, banyak pihak yang sinis terhadap
pembentukan KBB. Sebab, di dalamnya terlibat tokoh masyarakat dan
aktivis partai politik sehingga memunculkan dugaan bahwa
pemekaran wilayah adalah untuk tujuan kekuasaan
Belum diserahkan
Sementara itu Ketua Pansus DPRD Kabupaten Bogor (Bobar) untuk
pemekaran wilayah Bogor barat (Bobar) Dadeng Wahyudi
mempertanyakan hasil kajian penetapan ibukota Bobar oleh Tim LPM
Institut Teknologi Bandung (ITB) yang hingga kini belum juga
diserahkan kepada Pansus.
Padahal kata Dadeng dalam pertemuan dengan tim pemerintah
daerah, Pansus dan Komite Percepatan Pemekaran Bogor Barat
(KPPBB) diruang setda Kabupaten Bogor Januari lalu, Tim LPM ITB
menjanjikan hasil kajian penetapan wilayah ibukota kabupaten
Bogor barat sudah diserahkan awal Februari 2008 ini.
Tapi sampai sekarang hasil kajian itu belum kami terima,
kami minta hasil kajian tersebut segera di serahkan. Agar ini
juga tidak menimbulkan tanda tanya di masyarakat, katanya.
Di lain pihak, ia juga mengkritik peryataan Bupati Bogor,
Agus Utara Effendi di media beberapa waktu lalu, yang mengatakan
dirinya pesimis dengan pemekaran Bobar tersebut.
Kalau bupati pesimis lantaran di bogor barat tidak ada
restoran atau hotel ini kan lucu. Sebab pak Agus ini kan sudah
menjabat sebagai bupati Bogor selama 10 tahun, jadi kalau di
bogor barat sampai sekarang belum ada restoran atau sarana
penunjang lainya, itu justru yang harus dipertanyakan , bagaimana
perhatian pemerintah daerah yang dipimpinya kepada masyarakat di
Bogor barat, ungkapnya.
Keinginan warga Bogor barat untuk memisahkan diri dari
Kabupaten Bogor, kata ia tentu didukung alasan-alasan yang cukup
mendasar. Selama ini pembangunan di wilayah Bogor barat ini jauh
tertinggal dibandingkan daerah lainya. Padahal kontribusi dari
Bogor barat terhadap pemerintah daerah cukup besar. Yang kedua
adalah rentang kendali pelayanan yang sangat jauh dan sulit
ditempuh oleh masyarakat Bobar. Dan yang ketiga adalah tingkat
kesejahteraan masyarakat sulit meningkat jika tetap bergabung
dengan Kabupaten Bogor, tegasnya.
Ia meminta agar elit dijajaran pemerintah Kabupaten Bogor
tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang justru dapat memicu
reaksi dari masyarakat Bogor barat, yang kini tengah bersemangat
menunggu waktu pemekaran itu tiba.
Kalau merasa pesimis kenapa baru sekarang itu dikatakan,
dan kenapa pemerintah daerah juga menyetujui pemekaran bahkan
mengusulkan untuk disetujui dewan. Ini kan berarti inkonsisten
namanya, imbuhnya.

Potensi BoBar

Bogor Barat memiliki potensi di sektor pariwisata, agribisnis, dan keilmuan yang sangat memadai dengan adanya pondok pesantren yang sangat menjamur di wilayah bogor barat. Untuk sector sumber daya alam daerah ini memiliki energy panas bumi yang sekarang di kelola oleh swasta asing. Panas bumi yang sangat potensial ini terletak di sebelah selatan be...rbatasan dengan Kab.Sukabumi. Selain panas bumi Bogor Barat juga mempunyai potensi galian C dan juga tambang emas, galian C banyak terdapat di daerah Kecamatan Rumpin dan sekitarnya. Sedangkan tambang emas terdapat di daerah Kecamatan Nanggung di keloala oleh perusahaan tambang nasional.

Sektor pariwisata di Bogor Barat sangat banyak dan berpotensi untuk pemasukan daerah. Gunung Salak Endah ( GSE ) terletak di sebelah Barat Kabupaten Bogor, jarak tempuhnya kurang lebih 30 Km dari Kota Bogor. Kawasan GSE Merupakan hamparan pegunungan yang masih alami, sejuk dan udaranya segar. Tak heran apabila banyak orang menyebutnya sebagai Puncak ke-2. Di GSE ini terdapat beberapa obyek wisata yang layak dikunjungi, salah-satunya Curug Cigamea yang terletak di Kp. Rawa Lega Desa Gunung sari. Walaupun ketinggiannya air terjunnya tidak melebihi 50 meter namun lingkungan alam yang masih asli dan udaranya yang segar membuat kita ingin berlama-lama di sana. Lain halnya dengan Curug Seribu, dengan ketinggian air terjun melebihi 50 meter, Curug ini lebih terlihat indah dan amat menakjubkan.
Selain dua air terjun di atas, ada lagi Kawah Ratu. Kawah ini terletak pada ketinggian 1.338 m Dpl dengan suhu 10-200 C dan memiliki luas + 30 Ha. Kawah ini memiliki daya tarik yang unik, antara lain aktivitas geologinya. Sepanjang hari kepuncan selalu mendidih dan mengeluarkan gas alam sulfat (H2S) dengan baunya yang khas dan kadang mengeluarkan suara gemuruh. Obyek wisata lainnya adalah Curug Ngumpet, sesuai dengan namanya “Ngumpet” berarti “tersembunyi”, curug ini terlihat agak tersembunyi. Dengan panorama alam dan keasriannya, curug ini tak kalah menarik dengan curug lain yang ada di GSE.
Selain itu ada juga sumber mata Air Panas Lokapurna yang terletak di Kp. Ciparay Desa Gunung Sari. Di sana terdapat juga fasilitas kolam renang, kamar pemandian, mushola dan lain-lain. Untuk yang hobi adventure, di kawasan GSE juga terdapat Bumi Perkemahan Gunung Bunder, letaknya di lereng Gunung Salak dengan ketinggian 800 mdpl dan suhu udara antara 18 – 230 C. Pemandangan alamnya begitu indah, karena lokasinya terletak pada kawasan hutan Pinus dan Rasamala.
Di daerah Kecamatan Ciampea terdapat Kampung Wisata Tradisional Cinangneng-Ciampea, merupakan obyek wisata yang menarik, karena disini kita dapat melihat atau terjun langsung dalam sua-sana alam pedesaan, seperti membajak sawah, memandikan kerbau, menanam padi, bahkan menginap serta menikmati makanan khas pedesaan. Jika kita terus ke selatan Ciampea maka kita akan menemui curug luhur, Curug ini terletak di Desa Gunung Malang Kecamatan Gunung Malang. Dinamakan Curug Luhur (tinggi) karena ketinggian mencapai + 50 meter dengan lingkungan yang alami serta pemandangan yang indah, curug ini tak kalah dengan obyek wisata lainnya. Fasilitas yang ada di sekitar lokasi adalah penginapan, rumah makan, mushola dan lain-lain. Curug Luhur ini “bertetangga” dengan Curug Nangka. Curug ini berjarak + 15 km dari jantung Kota Bogor, berada pada ketinggian + 750 mdpl, dan letaknya berdekatan dengan wana wisata bumi perkemahan Sukamantri.
Jika kita ingin menelusuri indahnya goa kita bias menjajal goa Gudawang, goa ini merupakan rangkaian Goa yang sangat unik dan menarik. Nama Gudawang berasal dari kata “Kuda Lawang” yang artinya buntut/ekor kuda yang di kepang. Pada kawasan ini terdapat 12 Goa, tapi hanya 3 yang sudah dikembangkan/dikelola dan dibuka untuk umum, yaitu: Goa Simenteng, Goa Simasigit dan Goa Sipahang.

Daerah Tujuan Wisata Bogor Barat mempunyai banyak kekayaan seni dan budaya, di antaranya merupakan peninggalan zaman prasejarah seperti Batu Tulis Ciaruteun. Terletak di tepi sungai Ciaruteun perbatasan Kecamatan Ciampea dan Kecamatan Cibungbulang. Pada lokasi Batu Tulis Ciaruteun ini pula terdapat peninggalan sejarah lainnya seperti : Prasasti Kebon Kopi I, yang terdapat telapak kaki gajah Airwata sebagai kendaraan Raja Purnawarman, lalu Prasasti Kebon Kopi II, yang letaknya berada di sungai dan terdapat tulisan bahasa sansekerta berhuruf pallawa. Peninggalan lain seperti: Batu Dakon, Prasasti Jambu, Garisul dan Kampung Adat Urug yang merupakan kekayaan Kabupaten Bogor yang tak ternilai harganya.
Seni tradisional khas Bogor Barat, di antaranya adalah Angklung Gubrag, seni ini merupakan perpaduan antara Pencak Silat dan seni memainkan angklung yang ukurannya lebih besar dari biasanya. Angklung ini hanya terdapat di Kabupaten Bogor. Terletak di Kampung Cipining Desa Argamulya Kecamatan Cigudeg. Selain itu di Kabupaten Bogor juga terdapat Upacara Seren Taun, yang merupakan acara tahun-an, dalam menyambut pergantian tahun baru Islam dan panen raya, terdapat di Kampung Sindang Barang Kecamatan Taman Sari, di kecamatan Nanggung pun masih ada masyarakat adat sunda seperti di Kecamatan taman Sari hanya di Kecamatan nabggung belum terekspos.
Beberapa kerajinan khas hasil dari pengrajin Bogor seperti sandal, sepatu, tas, stir mobil, wayang golek, bunga kering merupakan kerajinan khas daerah Kabupaten Bogor bagian Barat. Selain obyek wisata yang diuraikan di atas, masih ada lagi obyek wisata lain yang berpotensi, namun belum dikembangkan, di antaranya Setu Kadongdong yang terletak di Desa Koleang Kecamatan Jasinga. Berjarak tempuh + 42 km dari Kota Bogor ke arah Barat. Luasnya + 10 Ha merupakan setu yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai tempat atraksi wisata tirta
Wah ternyata Bogor Barat sangat banyak potensi di Pariwisata dan SDA, next saya akan menulis tentang potensi Agribisnis, penaggulangan kemiskinan dan juga sarana dan pra sarana untuk mewujudkan berdirinya Kabupaten Bogor Barat.

Selamat Datang, Kabupaten Bogor Barat!

TEMPO Interaktif, Bogor: Warga Kabupaten Bogor menyambut gembira diterimanya usulan pembentukan Kabupaten Bogor Barat yang telah disetujui dalam rapat paripurna DPRD Jawa Barat yang ditargetkan mulai dilakukan pada 2010.
Kelak setelah usulam tersebut terealisasi, Kabupaten Bogor harus rela melepas 14 kecam...atan yang potensi ekonomi daerahnya lumayan tinggi, termasuk kawasan Gunung Emas Pongkor.
Sejumlah kalangan berharap dengan pembentukan Kabupaten Bogor Barat akan terjadi peningkatan di bidang perekonomian dan kewenangan mengatur daerahnnya.
Rencananya Kabupaten Bogor Barat yang merupakan pemekaran Kabupaten Bogor meliputi 14 kecamatan, yakni :
1. Nanggung
2. Leuwiliang
3. Leuwisadeng
4. Pamijahan
5. Cibungbulang
6. Ciampea
7. Tenjolaya
8. Tenjo
9. Rumpin
10.Jasinga
11.Parungpanjang
12.Sukajaya
13.Cigudeg
14.Dramaga.
“Jika ini terjadi, kami akan senang membangun daerah sendiri. Selama ini Bogor Barat bukan menjadi prioritas utama Kabupaten Bogor dalam pembangunan,” ujar Arihta Surbekti, salah seorang tokoh pemuda Kecamatan Cibungbulang, saat ditemui Tempo, Rabu (13/8)
Menurut Arihta yang sejak 2000 aktif dalam forum masyarakat pendukung pembentukan Kabupaten Bogor Barat, keinginan dan perjuangan masyarakat Bogor Barat tercapai, sehingga layak disambut suka cita.
Dia menyebutkan potensi yang ada di wilayah ini sangat besar, antara lain Gunung Mas Pongkor yang dikelola PT Antam, pemanfaatan energi panas bumi yang dikelola PT Chevron Geothermal Salak, dan bahan galian C, batu galena -- bahan baku timah.
Ketua Pansus DPRD Kabupaten Bogor untuk pemekaran wilayah Bogor Barat, Dadeng Wahyudi juga menyambut gembira keputusan ini. “Selama ini kontribusi wilayah ini sangat besar kepada Pemkab Bogor,” jelasnya.
Setelah disetujuinya pembentukan kabupaten baru ini, diharapkan semua urusan pelayanan publik sampai administrasi pemerintahan bisa dilayani dengan baik dan cepat. Selama ini untuk mendapatkan pelayanan publik semacam itu terlebih dulu harus menempuh jarak sekitar 50 kilometer, dari daerah Bogor Barat ke ibukota Bogor di Cibinong.
Mengenai usulan ibukota kabupaten, dari pelbagai daerah yang diajukan -- seperti Kecamatan Leuwiliang, Kecamatan Darmaga, Kecamatan Cigudeg, dan Kecamatan Leuwisadeng -- namun setelah dikaji ternyata daerah yang paling tepat adalah wilayah Cigudeg. Alasannya secara geografis dinilai lebih aman dari berbagai bencana alam seperti gempa bumi, longsor dan banjir.